Pertemuan Awal Pembentukan Klaster Filantropi Kesehatan: Peran Aktif Filantropi untuk Pembangunan Kesehatan di Indonesia

Kerangka Acuan Acara (ToR)
Jakarta, 26 Agustus 2019

LATAR BELAKANG

Dalam satu dekade terakhir, sektor kesehatan di Indonesia telah mengalami dinamika hebat yang secara umum disebabkan oleh tiga hal yaitu, adanya perubahan sistem pendanaan dengan lahirnya sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berakhirnya Millennium Development Goals (MDGs) dengan kegagalan Indonesia dalam pencapaian berbagai target, serta dimulainya Sustainable Development Goals  (SDGs) pada 25 September 2015.

International Seminar on Health Philanthropy

Center For Health Policy And Management
Faculty Of Medicine, Public Health, And Nursing
Universitas Gadjah Mada

Supported By Tahir Foundation

Organizing:
International Seminar On Health Philanthropy
April 23rd, 2019
Yogyakarta, Indonesia


 PREFACE

The limited ability of state funding to fund welfare programs, particularly in the health sector, is a major problem. The foundation of the welfare state carried out by the tax system is still not strong. There is not much tax revenue by the government, including income tax from able communities. In this context, innovative ideas are needed to increase the nation's funding for welfare programs needed. One of the activities is an activity based on philanthropy which is the basis for the provision of funds by people who intend to provide funds to welfare programs, or citizens who cannot afford it.

Seminar Filantropi Kesehatan “Software - Development Crowdfunding untuk Mendukung Rumah Sakit Non-Profit”

 PENGANTAR

Pelaksanaan JKN saat ini masih menemui sejumlah masalah. Salah satunya yaitu kesulitan pendanaan yang dirasakan oleh banyak RS. Rumah sakit banyak yang kekurangan dana akibat tarif BPJS yang lebih rendah dari cost, dan tidak lancarnya cash flow BPJS. Rumah sakit kesulitan untuk melakukan peremajaan gedung, perbaikan fasilitas, penambahan peralatan hingga pelatihan SDM. Di samping itu, masih terdapat kebutuhan dana pasien yang tidak ditanggung oleh BPJS, antara lain ongkos transportasi, ongkos akomodasi, konsumsi keluarga penunggu dan lain - lain. Selain itu, masih terdapat peserta PBPU BPJS ada yang gagal membayar karena tidak mempunyai kemampuan lagi membayar premi secara teratur. Kelompok ini dirasa perlu mendapat bantuan pendanaan dari filantropisme.

About Us

Pengembangan filantropis di sector kesehatan, memerlukan pendekatan dimana filantrofis dikaji secara ilmiah dan menjadi bagian system pembiayaan. Secara akademisi, konsep dan teori filantropis di sector kesehatan perlu dikaji, diteliti, dan disebarkan secara luas ke seluruh Indonesia

Connet With Us