Optimalisasi Pemanfaatan Pembayaran Digital Untuk Kegiatan Filantropi

Seminar GopayJakarta - Filantropi Indonesia yang merupakan satu - satunya asosiasi filantropis di Indonesia, rutin mengadakan forum diskusi, seminar, dan kegiatan sejenis yang berkaitan dengan filantropi. Salah satu kegiatan rutinnya adalah learning forum. Pada 14 februari 2019, Filantropi Indonesia bekerjasama dengan Go-Jek mengadakan Philanthropy Learning Forum ke - 20 dengan judul “Optimalisasi Pemanfaatan Pembayaran Digital untuk Kegiatan Filantropi” yang bertempat di Auditorium Go-Learn, Go-Jek Head Quarter Jakarta. Dalam acara ini, Filantropi Indonesia juga menggandeng kitabisa.com dan Baznas selaku lembaga filantropi populer di Indonesia yang sudah menerapkan digitalisasi dalam segala bentuk penyampaian dananya. Pada era milenial seperti sekarang ini, kegiatan fundraising yang dulunya dilakukan secara konvensional (misalnya dengan kotak amal, permohonan sumbangan door to door atau di pinggir jalan, melalui proposal, dan seterusnya) sudah mulai bergeser ke penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas charity-nya.

Acara ini diawali dengan sambutan dan pembukaan dari perwakilan Filantropi Indonesia yaitu Hety A. Nurcahyarini selaku partnership & membership manager dan Armin Gita yang mewakili manajemen Go-Pay. Terdapat tiga narasumber dalam acara ini, yaitu Ahmad Mujahid (Head of NGO Consultant dari kitabisa.com), Ricky Fahri (Community Engagement Manager Go-Pay), dan Hafiza Elfira Novita Riyani (Digital  Marketing dari Baznas), yang membahas mengenai perkembangan teknologi digital dalam filantropi dan gambaran dari aktivitas sehari - hari ketiga lembaga tersebut dalam mengoptimalkan kinerjanya.

Ahmad Mujahid menyampaikan pola berderma masyarakat Indonesia secara digital yang meningkat pada  2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana pada 2018 kitabisa.com berhasil menyalurkan Rp 238 miliar dan memiliki 531.353 pengguna dari 11.650 campaign. Hal ini didasari oleh tingginya angka kejadian bencana alam sepanjang 2018 seperti gempa dan tsunami Palu, gempa Lombok, gizi buruk Asmat, dan lain-lain. Kegiatan tersebut melibatkan banyak selebritis, influencer, tokoh politik hingga atlet. Selain tokoh - tokoh terkenal tersebut, hal menarik lainnya adalah banyaknya dokter yang membuat campaign untuk pasien - pasiennya. Kategori campaign paling tinggi adalah medical, sehingga kitabisa.com berinisiatif untuk membuat fitur #bisasembuh. Fitur ini akan memudahkan pengguna untuk berdonasi di kategori medical, dimana dana yang terkumpul akan disalurkan ke berbagai campaign medis sehingga tidak terbatas pada satu campaign saja.

Seminar Gopay2Sebagian besar transaksi masih dalam bentuk transfer bank, namun pembayaran melalui Go-Pay sudah mulai masuk dan cenderung naik. Donor kitabisa.com didominasi oleh usia - usia milenial yaitu 18-34 tahun dan lebih banyak perempuan. Waktu - waktu favorit orang dalam berdonasi adalah pada hari Kamis - Jumat, tanggal 7-8 setiap bulannya, dan pukul 9.00 - 10.00 WIB. Berdasarkan survei yang dilakukan kitabisa.com, banyak donaturnya yang rutin menyumbang dikarenakan lembaga yang membuat campaign transparan dan akuntabel sehingga meningkatkan kepercayaan donatur. Di akhir paparan, Ahmad Mujahid memberikan tips sukses fundraising yaitu storytelling (text & visual), impressions (advertising), dan website & payment channel.

Pembicara berikutnya adalah Hafiza yang nerupakan perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Baznas merupakan institusi pemerintah non struktural yang berada langsung di bawah presiden, namun tetap di bawah supervisi Kemensos, Kemenag, dan Kemenkeu. Filantropi Baznas bergerak dalam pendidikan, kesehatan, dan community development. Berdasarkan survei yang dilakukan Baznas, mayoritas donaturnya menyumbang berdasarkan kepercayaan mereka terhadap lembaga. Ada tiga poin penting bagaimana suatu lembaga dapat menumbuhkan kepercayaan donatur, antara lain lembaga tersebut harus transparan dan akuntabel, memberikan kemudahan layanan berdonasi, dan memiliki laporan program yang memadai.

Inovasi digital Baznas dalam kemudahan layanan berdonasi adalah scan QR code (Go-Pay), voice command zakat service & chatbot (virtual/Zaki), aplikasi media sosial dan chatting, banking channel & e - commerce, serta mesin donasi. Keunggulan Baznas dalam layanan donasi digital adalah pengiriman sms/­ e-mail konfirmasi (paling lama 5 menit setelah transaksi) kepada donator maupun lembaga penerima manfaat.

Go-Pay merupakan FinTech terbesar dan platform pembayaran terpopuler di Indonesia hingga saat ini, mulai dari pembayaran transportasi, pajak, distribusi logistik, makanan, dan sebagainya. Mengetahui potensi Go-Pay yang sedemikian besar, pihak manajemen Go-Pay memutuskan untuk menambah fokus pada bidang donasi dengan melakukan launching program “Go-PayforGood”. Program ini menyediakan tracking transaksi secara detail yang sangat membantu lembaga filantropi dalam membuat laporan keuangan yang akuntabel.

Ricky Fahri (Go-Jek) menambahkan, dengan pemakaian scan QR code Go-Pay maka lembaga filantropi juga memperoleh manfaat berupa potensi donatur dari jutaan pengguna Go-Pay. Namun, fasilitas scan QR code Go-Pay masih memiliki batasan Rp 1 - 10.000.000 berdasarkan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihak Go-Pay sebagai enabler juga menerapkan sms konfirmasi kepada donatur dan lembaga penerima manfaatnya secara realtime. Selain itu, Go-Pay juga memberikan daily recapitulation melalui e-mail untuk lembaga penerima. Untuk mengantisipasi fraud dalam donasi digital, maka pihak Go-Pay dan kitabisa.com rutin memberikan laporan keuangan ke lembaga terkait.

Sebagai tindak lanjut dari acara Philanthropy Learning Forum 20, Filantropi Indonesia dan Go-Pay sudah membuat kerjasama dalam jangka panjang yang diformalisasi dalam bentuk MoU. Dalam kerjasama ini, Go-Pay menawarkan support system dan capacity building bagi anggota Filantropi Indonesia agar dapat membuat narasi program dan marketing menarik untuk donatur.


--  Aisyah Z. Lailiya (S2 IKM, FK – KMK UGM) --

About Us

Pengembangan filantropis di sector kesehatan, memerlukan pendekatan dimana filantrofis dikaji secara ilmiah dan menjadi bagian system pembiayaan. Secara akademisi, konsep dan teori filantropis di sector kesehatan perlu dikaji, diteliti, dan disebarkan secara luas ke seluruh Indonesia

Connet With Us