Dokter sebagai Penggalang Dana: Filantropi Medis dan Hubungan Dokter – Pasien

Lembaga medis Amerika umumnya memiliki program "pasien bersyukur" yang meminta sumbangan dari orang kaya yang menerima perawatan. Dokter sering didorong untuk membantu dalam program ini. Upaya pengembangan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dan meningkatnya ketergantungan pada pengumpulan dana dokter berisiko mengaburkan batas antara perawatan klinis dan penggalangan dana. Perubahan baru pada Peraturan Privasi Portabilitas dan Akuntabilitas Asuransi Kesehatan AS (HIPAA) melanjutkan tren itu dengan memungkinkan pejabat pembangunan mengakses jenis informasi klinis tertentu tanpa persetujuan pasien. Praktek penggalangan dana dokter dari pasien mereka sendiri menimbulkan tiga keprihatinan utama: (1) tekanan yang tidak semestinya pada pasien untuk berkontribusi, (2) kemungkinan harapan perlakuan istimewa dari donor, dan (3) kekhawatiran tentang kerahasiaan dan kepercayaan pasien.

Peneliti mengusulkan agar lembaga secara sukarela mengadopsi kebijakan pembangunan yang mengurangi risiko ini. Secara khusus, peneliti merekomendasikan agar persetujuan pasien diamankan sebelum staf pengembangan mengakses informasi pasien atau dokter merujuk pasien ke kantor pengembangan. Peneliti juga merekomendasikan agar dokter tidak secara langsung meminta sumbangan dari pasien mereka sendiri. Kekhawatiran yang dibahas di sini dalam konteks program pasien bersyukur Amerika relevan dengan upaya penggalangan dana pasien serupa di negara lain. Artikel ini diterbitkan pada 2014 di jurnal PLOS One,

selengkapnya https://journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.1001600

About Us

Pengembangan filantropis di sector kesehatan, memerlukan pendekatan dimana filantrofis dikaji secara ilmiah dan menjadi bagian system pembiayaan. Secara akademisi, konsep dan teori filantropis di sector kesehatan perlu dikaji, diteliti, dan disebarkan secara luas ke seluruh Indonesia

Connet With Us